Engkau terbang tiada henti
Menembus ruang sempit nan ramai
Terbangmu tak setinggi burung
Terbangmu tak sejauh bangau
Sesekali hinggap di ranting kering
Untuk melepas lelah dan dahaga
Tetapi Engkau selalu tegar dan tenang
Walau disekitarmu mereka menatap curiga
Gemercik air bersih dan bening
Membias seberkas cahaya mentari
Menembus mata bulat dan tajam
Engkau tampak gagah dan elok
Engkau sebuah inspirasi
Ketika mereka ingin terbang sepertimu
Terbang tinggi nan jauh
Untuk sebuah maksud dan asa
Mungkin Engkau tak pernah tahu
Inspirasi itu telah mengubah sebuah dunia
Dunia yang semula begitu luas, jauh, dan kejam
Sekarang, dunia itu begitu sempit, dekat, dan tetap kejam
Capung @ 052016 - Sastra Djingga
Tampilkan postingan dengan label Seni Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Sastra. Tampilkan semua postingan
Senin, 09 Mei 2016
Sang Putri
Dia adalah seorang cantik
Dia adalah seorang pintar
Dia adalah seorang rajin
Dia adalah seorang ramah
Tetapi dia adalah seorang buta
Tetapi dia adalah seorang tuli
Tetapi dia adalah seorang bisu
Tetapi dia adalah seorang pincang
Dia dilahirkan begitu sempurna
Dia dilahirkan begitu mempesona
Dia dilahirkan begitu menawan
Dia dilahirkan begitu bercahaya
Tetapi siapa akan mencintainya
Tetapi siapa akan mempedulikannya
Tetapi siapa akan merindukannya
Tetapi siapa akan menikahinya
Sang Putri @ 052016 - Sastra Djingga
Dia adalah seorang pintar
Dia adalah seorang rajin
Dia adalah seorang ramah
Tetapi dia adalah seorang buta
Tetapi dia adalah seorang tuli
Tetapi dia adalah seorang bisu
Tetapi dia adalah seorang pincang
Dia dilahirkan begitu sempurna
Dia dilahirkan begitu mempesona
Dia dilahirkan begitu menawan
Dia dilahirkan begitu bercahaya
Tetapi siapa akan mencintainya
Tetapi siapa akan mempedulikannya
Tetapi siapa akan merindukannya
Tetapi siapa akan menikahinya
Sang Putri @ 052016 - Sastra Djingga
Rabu, 04 Mei 2016
Sabtu, 02 April 2016
Langit Hijau
Aku lihat langit
Aku lihat langit kelabu ketika pagi
Aku lihat langit biru ketika siang ... dan
Aku lihat langit gelap ketika malam
Aku tidak bermaksud untuk mengetahuinya
Aku tidak bermaksud untuk mencarinya
Aku dalam keraguan dan putus asa ... dan
Aku sedang bermimpi masa lalu
Ia telah pergi sejak kemarin
Ia telah membuka mimpiku
Ia telah merobek keraguanku ... dan
Ia telah datang kembali kepadaku
Ia jatuh dan menetes
Ia turun satu per satu
Ia menatapku ... dan
Ia memelukku
Ia berada di atas kepalaku
Ia berada di depan mataku
Ia berada disekelilingku ... dan
Ia sedang menunjukkan sesuatu
Ia tidak berwarna biru lagi
Ia tidak berwarna gelap lagi
Ia tidak berwarna kelabu lagi ... dan
Ia telah merubah mimpiku menjadi nyata
Ia seperti ladang
Ia berwarna hijau
Ia membawa berkah ... dan
Ia adalah langit hijau
Sastra Djingga, 01 April 2016
Aku lihat langit kelabu ketika pagi
Aku lihat langit biru ketika siang ... dan
Aku lihat langit gelap ketika malam
Aku tidak bermaksud untuk mengetahuinya
Aku tidak bermaksud untuk mencarinya
Aku dalam keraguan dan putus asa ... dan
Aku sedang bermimpi masa lalu
Ia telah pergi sejak kemarin
Ia telah membuka mimpiku
Ia telah merobek keraguanku ... dan
Ia telah datang kembali kepadaku
Ia jatuh dan menetes
Ia turun satu per satu
Ia menatapku ... dan
Ia memelukku
Ia berada di atas kepalaku
Ia berada di depan mataku
Ia berada disekelilingku ... dan
Ia sedang menunjukkan sesuatu
Ia tidak berwarna biru lagi
Ia tidak berwarna gelap lagi
Ia tidak berwarna kelabu lagi ... dan
Ia telah merubah mimpiku menjadi nyata
Ia seperti ladang
Ia berwarna hijau
Ia membawa berkah ... dan
Ia adalah langit hijau
Sastra Djingga, 01 April 2016
Sabtu, 12 Maret 2016
Rainbow Eyes
She's been gone since yesterday
Oh ... I didn't care
Never cared for yesterdays
Fantasties in the air
No sighs or mysteries
She lay golden in the sun
No broken harmonies
But I've lost my way
She had rainbow eyes
Love should be a simple plan
A whispering on the shore
No clever words you can't defend
They lead to never more
Summer nights are colder now
They've taken down the fair
And all the lights have died somehow
Or were they ever there
(Richie Blackmore)
Oh ... I didn't care
Never cared for yesterdays
Fantasties in the air
No sighs or mysteries
She lay golden in the sun
No broken harmonies
But I've lost my way
She had rainbow eyes
Love should be a simple plan
A whispering on the shore
No clever words you can't defend
They lead to never more
Summer nights are colder now
They've taken down the fair
And all the lights have died somehow
Or were they ever there
(Richie Blackmore)
Surat Djarkoni – Hidup Ini Indah
Kepada
mereka yang sedang bekerja dan berkarya
Cucilah
kedua tangan kalian dengan air suci hingga bersih
Agar hasil karya
dan kerja kalian berguna dan bermanfaat
Jika tidak,
maka kedua tangan kalian akan putus dan terpisah
Kepada
mereka yang sedang berbicara dan membicarakan sesuatu
Cucilah
mulut kalian dengan air suci hingga bersih
Agar bicara
dan pembicaraan kalian dapat didengar dengan baik dan benar
Jika tidak,
maka mulut kalian akan menjadi bisu dan bau bangkai
Kepada
mereka yang sedang menyelidiki dan mencari sesuatu
Cucilah
kedua lubang hidung kalian dengan air suci hingga bersih
Agar kedua
lubang hidung kalian dapat mencium suatu kebaikan
Jika tidak,
maka kedua lubang hidung kalian akan tersumbat oleh hawa nafsu
Kepada
mereka yang sedang melihat keramaian
Cucilah kedua
mata kalian dengan air suci hingga bersih
Agar kedua
mata kalian dapat melihat dengan jelas
Jika tidak,
maka kedua mata kalian akan menjadi buta dan perih
Kepada
nereka yang sedang bermuram durja
Cucilah
wajah kalian dengan air suci hingga bersih
Agar wajah
kalian terlihat cerah dan bercahaya
Jika tidak,
maka wajah kalian akan menjadi redup seperti gerhana
Kepada
mereka yang sedang berjuang dan berusaha
Cucilah
kedua lengan kalian dengan air suci hingga bersih
Agar kedua
lengan kalian dapat mengayun asa dan karsa
Jika tidak,
maka kedua lengan kalian akan saling sikut
Kepada
mereka yang sedang merenung dan memikirkan sesuatu
Cucilah
kepala dan rambut kalian dengan air suci hingga bersih
Agar otak
kalian dapat berpikir jernih tanpa prasangka
Jika tidak, maka
otak kalian akan menjadi gila dan kotor
Kepada
mereka yang sedang mendengarkan irama kehidupan
Cucilah
kedua telinga kalian dengan air suci hingga bersih
Agar kedua
telinga kalian dapat mendengar suara merdu dan syahdu
Jika tidak,
maka kedua telinga kalian akan menjadi tuli dan tidak peduli
Kepada
mereka yang sedang mengambara
Cucilah
kedua kaki kalian dengan air suci hingga bersih
Agar kedua
kaki kalian dapat melangkah dengan pasti sampai tujuan
Jika tidak,
maka kedua kaki kalian akan pincang dan tersesat
Kepada
mereka yang sedang resah dan gelisah
Cucilah hati
kalian dengan air suci hingga bersih
Agar hati
kalian dapat merasakan indahnya dunia
Jika tidak,
maka hati kalian akan dilumuri rasa dendam dan benci
Jumat, 04 Maret 2016
Doa Terakhir Sang Prajurit
............................................................................................................................................
.....................................................................................................................
...........................................................................................
................................................................
.......................................
Amiin ......
.....................................................................................................................
...........................................................................................
................................................................
.......................................
Amiin ......
Minggu, 28 Februari 2016
Pulang
Aku pulang
Pulang untuk bertemu istriku dan anak-anakku
Pulang untuk berbagi kebahagiaan
Pulang untuk mengobati rasa rindu
Pulang untuk melepas lelah dan dahaga
Pulang untuk mewujudkan mimpi
Istriku
Istri yang sangat kucintai dan kusayangi
Istriku wanita cantik dan cekatan
Istriku wanita sabar dan rendah hati
Istriku wanita mulia dan penolong
Istriku wanita gagah dan perkasa
Istriku wanita tempat aku bersandar
Anak-anakku
Kalian semua anak-anak cerdas
Kalian semua anak-anak pintar
Kalian semua anak-anak manis
Kalian semua anak-anak hebat
Kalian semua anak-anak tangguh
Kalian semua anak-anak perkasa
Aku
Aku sang pecundang
Aku sang pengecut
Aku sang pemimpi
Aku sang pembohong
Pulang untuk bertemu istriku dan anak-anakku
Pulang untuk berbagi kebahagiaan
Pulang untuk mengobati rasa rindu
Pulang untuk melepas lelah dan dahaga
Pulang untuk mewujudkan mimpi
Istriku
Istri yang sangat kucintai dan kusayangi
Istriku wanita cantik dan cekatan
Istriku wanita sabar dan rendah hati
Istriku wanita mulia dan penolong
Istriku wanita gagah dan perkasa
Istriku wanita tempat aku bersandar
Anak-anakku
Kalian semua anak-anak cerdas
Kalian semua anak-anak pintar
Kalian semua anak-anak manis
Kalian semua anak-anak hebat
Kalian semua anak-anak tangguh
Kalian semua anak-anak perkasa
Aku
Aku sang pecundang
Aku sang pengecut
Aku sang pemimpi
Aku sang pembohong
Aku sang pemalas
Aku sang munafik
Tetapi aku sang pemimpin
Tetapi aku sang penyayang
Tetapi aku sang penyabar
Tetapi aku sang pelindung
Tetapi aku sang pengayom
Tetapi aku sang pemikir
Kehadiranku membuat ketenangan
Kehadiranku membuat kenyamanan
Kahadiranku membuat kebahagiaan
Kehadiranku membuat keceriaan
Kehadiranku membuat semangat
Kehadiranku membuat ketenangan
Kehadiranku membuat kenyamanan
Kahadiranku membuat kebahagiaan
Kehadiranku membuat keceriaan
Kehadiranku membuat semangat
Kehadiranku membuat inspirasi
Sang Pemimpin Pertama
Mega-mega yang disentuh pudar karena keagungan kerja
Badai-badai yang ditentang nyisih karena keagungan jiwa
Tiadalah kebahagiaan sebesar kebahagiaan selesai kerja
Tiadalah kelapangan sebesar kelapangan kemenangan jiwa
Dan semua pengabdian diuntukkan bagi keagungan bangsa
Dan semua kelelahan diuntukkan bagi kemuliaan manusia
[Bung Karno]
Langganan:
Postingan (Atom)
loading...
