Rabu, 01 Maret 2017

Perlakuan Jalan Di Daerah Tanjakan

Perlakuan jalan untuk daerah tanjakan dapat dilakukan dengan beberapa cara, adalah sebagai berikut :

Pengaspalan Tanjakan:
Perlakuan yang diisyaratkan yaitu dengan cara lapisan laburan aspal (Buras). Lapisan Buras berguna untuk menutup permukaan jalan agar kedap air, tidak berdebu, mencegah lepasnya butiran agregat halus dan idak licin. Persyaratan untuk perlakuan dengan pengaspalan, adalah :
  1. Tanjakan minimal adalah 12% pada jalan lurus;
  2. Tanjakan minimal 10% pada tikungan;
  3. Tanjakan tidak dapat dilandaikan dengan biaya yang seimbang;
  4. Panjang maksimal 150 m di satu tempat;
  5. Di daerah transisi sepanjang 10 m sebelum dan sesudah tanjakan.
Badan jalan dan perkerasan di bawah aspal (pondasi jalan) harus memenuhi standar kualitas yang baik, terutama masalah drainase, pemadatan, dan lebar bahu. Cara Pelaksanaan Pengaspalan dengan Lapisan Buras, adalah :
  1. Pembersihan permukaan dengan sapu dan sikat;
  2. Penyiraman aspal ( Aspal dipanaskan dalam drum, tetapi harus jangan terlalu panas);
  3. Jalan dibasahi sedikit tapi hindari terlalu basah;
  4. Aspal dosemprotkan dengan jumlah satu liter/m2;
  5. Pasir dihamparkan segera setelah proses penyemprotan sewaktu aspal masih panas;
  6. Pemadatan pasir dilakukan pada waktu aspal masih panas. Diperiksa kerataan hasil pemadatan dan diperbaiki dengan penambahan pasir dan pengulangan pemadatan;
  7. Peralatan yang digunakan adalah kereta dorong, kotak pembawa pasir, penyebar pasir, penggaruk, perata, sekop, pemadat (steamper, mesin gilas, tembiris), pemanas aspal, mistar pelurus, pengatur ketebalan lapisan, pengukur kemiringan hamparan.
Konstruksi Telasah:
Konstruksi telasah komposisi materialnya sama dengan Telford, namun pemasangan batu (ukuran 15/20 atau 20/25) untuk telasah bagian runcingnya dipasang di bawah satu persatu dan langsung di pukul dengan martil seberat 5 s/d 10 kg. Pertimbangan pemakaian konstruksi Telasah, adalah: Kemiringan jalan > 15%; Pemadatannya dilakukan secara manual, karena penggunaan alat berat bebannya terlau berat; Pengaspalan tidak dimungkinkan karena mahalnya konstruksi. Persyaratan jalan konstruksi Telasah antara lain :
  1. Tebal lapisan pasir yang dihamparkan dalam keadaan basah adalah 5 s/d 10 cm;
  2. Batu yang dipasang untuk badan jalan (pondasi jalan) ukurannya 15/20 atau 20/25;
  3. Pemasangan batu dilakukan oleh dua orang terdiri dari satu orang memasang dan satu lagi memukul lasung satu per satu;
  4. Ukuran batu tepi minimal 20/30 cm dengan pemasangan terbalik dan dilakukan pemukulan;
  5. Ukuran batu pengunci 2/3 atau 5/7 cm, dalam pemasangannya dilakukan pemukulan dengan tembiris sampai mencapai kerataan yang disyaratkan;
  6. Lapisan penutup menggunakan sirtu yang banyak mengandung lempung (clay) agar dimusim hujan tidak mudah terbawa oleh air, dan pemadatan dilakukan.
Konstruksi Jalan Beton:
Merupakan perkerasan kaku (rigid) tersusun dari bahan semen, pasir, kerikil. Konstruksi ini dipakai didaerah dengan struktur tanahnya labil, mudah pecah, lembek, dan pada turunan/tanjakan diatas singkapan batu. Kualitas campuran sama dengan standar beton yaitu 1pc : 2ps : 3kr. Persyaratan material, adalah :
  1. Pasir maupun krikil harus bebas dari bahan lain seperti tanah lempung, sampah, dan kotoran lainnya;
  2. Krikil harus keras dengan bidang pecah minimal 3 bidang;
  3. Tebal konstruksi 15 cm;
  4. FAS (faktor air semen) kecil / proses percampuan penggunaan air jangan terlalu banyak.
Pelaksanaan pada tanah labil, adalah sebagai berikut:
  1. Tanah dasar dibentuk punggug sapi;
  2. Pasir beton dihampar setebal 5 cm dan dipadatkan;
  3. Dipasang papan cetakan untuk membatasi ketebalan yang disaratkan;
  4. Adukan beton dituang ke permukaan dan dipadatkan dengan penggetar atau ditusuk-tusuk dengan kayu;
  5. Permukaan dibuat kasar dengan menggunakan sapu lidi kea rah menyamping;.
  6. Setiap 1 m memanjang dibuat dengan lebar 1 cm dan dalam 2 cm;
  7. Setiap 2 m panjang diberi delatasi/pemisah selebar 1 cm;
  8. Pemakaian setelah umur beton minimal 21 hari dihitung dari akhir pengecoran.
  9. Pelaksanaan Pada Singkapan Batu:
  10. Badan jalan dibentuk seperti punggung sapi dengan alat blencong/gancu/pahat;
  11. Bila terdapat bagian yang susah dibentuk misalnya cekungan, maka dibagian ini dibentuk batas persegi dan diisi dengan beton yang sudahdipersiapkan;
  12. Untuk jenis badan jalan seperti ini di bawah beton tidak perlu menggunakan pasir;
Pembangunan Jalan Di Daerah Rawa
Pada proses pembangunan jalan desa teknik untuk membuat jalan didaerah rawa dianjurkan dengan menggunakan teknologi penggantian sebagian subbase (lapisan pondasi jalan diatas subgrade), kemudian dipasang matras galar kayu, cerucuk kayu, cerucuk dari papan atas, atau yang lain dengan memperhatikan ketinggian air minimum agar kayu selalu dalam keadaan terendam. Timbunan biasa tidak termasuk tanah lempung dengan plastisitas tinggi, tidak termasuk bahan organik, dan mempunyai CBR diatas 6%. Timbunan terpilih mempunyai CBR diatas 10% dan PI diatas 6%. Teknogi lain yang dianjurkan yaitu Tiang Turap Kayu atau Stabilisasi dengan Cerucuk.

Sastra Djingga © 2017.03.01

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

loading...